Senin, 16 April 2018



Pun, aku yang terluka.
Tidak punya cara lain selain tertawa.
Pun, kamu yang bahagia.
Meninggalkan harapan tanpa rasa dosa.
Pun juga, ada sekelebat pernyataan sarkastik teruntukmu.
Teruntukmu… Penebar dosa.
Pun, kau menabur rasa.
Katamu adalah duka, tapi tetap saja ku menjadi penyuka.
Katamu lagi tak ku dengar. Sebisa mungkin dua tanganku menutup paksa telinga ini, walaupun hati panas mencari jati.
Berhentilah, lukamu sudah menyebar.
Berhentilah, pedangmu sudah mendarat jauh ke relung hati.
Jika kau berlapang dada, izinkah kau untuk mendengar?
Suara hati orang kecil ini, memintamu berkata maaf dengan segenap rasa.
Ataukah, izinkan aku berbisik di daun telinga itu, “Maaf sudah datang dan membuat api yang kau nyalakan semakin memarak dan sedang membakar jiwaku sendiri.” Kataku kemudian.

Medan, 12 April 2018
Momijigarii.

Momijigarii . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates