Selasa, 23 Oktober 2018



Oktober sudah bertemu kembali, melambai-lambai, berdadah-dadah ria menyambut hari ulangtahunmu. Tahun sudah berulang, menepikan hari terakhir sebelum tanggal tujuh-belas lalu bersulang ria tepat puncak tengah malam. Sangat disayangkan, mataku sudah layu dan gugur dalam mimpi hingga terlupa jika kau memasuki era baru dalam hidupmu.

Senyummu riang menyambut hari istimewa, bukan hanya kau, tapi juga Kakak, Adik, Mama, Ayah sampai teman-temanmu pun ikut berbahagia karena umurmu telah bertambah. Barakallah.
Teringat betul, tahun ini aku dan kau tidak leluasa. Tidak dengan bicara, ataupun menyapa. Ya, tentu saja kita sudah saling menjauh. Membuat jarak semakin tertera, meninggalkan kenangan dengan goresan luka.

Diingatakanku, kita tak lagi sama. Kau semakin kaku menunjukan wajah, menahan senyum dengan lekukan lelah. Tak ada lagi kalimat ‘hahaha’ saat tengah malam untuk singgah.
Bukannya aku masih ada?
Apakah kita berdua masih ada? Lalu jawabannya, ya, tapi bukan apa-apa.

Mungkin situasi ini yang membuat kita harus dimengerti tanpa harus mengerti. Ingin dipahami tanpa harus memahami. Mungkin juga, obrolan kita sudah basi sehingga sudah menyesatkan inti. Ataupun, mungkin saja kita tidak memliki arti dan menuntut diri sendiri untuk mengistirahatkan hati.

Aku tahu, kita tidak benar-benar membuang muka karena kita pernah menulis cerita yang sama dalam satu wadah. Meski waktu tertimbun jarak, tetapi alur tetap tidak berubah; kita berpisah dalam keadaan paling sulit yang pernah kuterima.

Dibuat untuk siapapun!
Terutama untuk yang patah hati karena nggak bisa ngucapin ulangtahun si mantan ‘teman’
Ditulis setelah makan micin.
-Momijigarii 

Momijigarii . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates