Rabu, 17 Oktober 2018




Akan kubuat kau sebahagia mungkin. Melahirkan bunga-bunga mengembang dari hati. Baunya pula menyebar diseluruh ufuk. Tak peduli fajar menjamu, aku akan tetap menyuruhmu menunggu. Jikapun lelah, kau bisa menyeduh teh sambil tersenyum untuk menungguku.

Akan kubuat kau menjadi raja dihati. Aku tidak mampu menyakiti, hanya mampu mencintai. Mencintai dengan harapan yang pasti maka akan kucari alamatmu sampai mati, aku akan menunggu, jika malam kau tertidur maka aku akan tetap menunggu di sana hingga pagi. Tenanglah, aku memang sesetia ini.

Akan kubuat kau tidur dalam tulisanku. Jika hatimu sudah datang menemuiku, dapat kemungkinan ia mampu lenyap untuk meninggalkanku. Hingga sampailah kita dalam masa tenggang; aku dan kamu telah selesai, tetapi kenangan harus membekas, jangan biarkan dia usai karena ucapan perpisahan datang tanpa kita kuasai. Biarkanlah kita bertemu dalam bayangan waktu dalam tulisanku tentang kamu tanpa kata babay.

Akan kubuat kau menjadi nyata. Ketika hayalan dan lamunan beriringan, yang aku pikirkan hanya caramu menyapa. Kau belum nyata: dalam dunia. Kau ada namun tak tampak, kau ada namun hanya melalui suara, kau ada namun tidak nyata. Tetapi kau ada, namun mengapa tidak nyata? Entahlah, aku tidak mampu menjawab jika ada yang bertanya.

Akan kubuat kau menjadi pembatas rindu. Ketika rintik-rintik hujan bertemu, aku hanya menopang dagu berharap melihatmu melintas diperkarangan rumahku lalu mengetuk pintu. Semakin larut aku menunggu, yang kudapat hanya suara gemuruh. Kau masih belum mampu melihatkan wujudmu dan hanya berkata berulang kali I Miss ‘U dengan ruang dan waktu yang tak tentu.
Here We Go.
Momijigarii.
Buat, kamu yang tidak pernah bosan berkata rindu,
Ajaklah aku ke Jakarta agar kita seduh rindu usai kata temu.


Momijigarii . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates