I Miss ‘U Everyday
![]() |
Akan kubuat kau
sebahagia mungkin. Melahirkan bunga-bunga mengembang dari hati. Baunya pula
menyebar diseluruh ufuk. Tak peduli fajar menjamu, aku akan tetap menyuruhmu
menunggu. Jikapun lelah, kau bisa menyeduh teh sambil tersenyum untuk
menungguku.
Akan kubuat kau menjadi
raja dihati. Aku tidak mampu menyakiti, hanya mampu mencintai. Mencintai dengan
harapan yang pasti maka akan kucari alamatmu sampai mati, aku akan menunggu,
jika malam kau tertidur maka aku akan tetap menunggu di sana hingga pagi. Tenanglah,
aku memang sesetia ini.
Akan kubuat kau tidur
dalam tulisanku. Jika hatimu sudah datang menemuiku, dapat kemungkinan ia mampu
lenyap untuk meninggalkanku. Hingga sampailah kita dalam masa tenggang; aku dan
kamu telah selesai, tetapi kenangan harus membekas, jangan biarkan dia usai
karena ucapan perpisahan datang tanpa kita kuasai. Biarkanlah kita bertemu
dalam bayangan waktu dalam tulisanku tentang kamu tanpa kata babay.
Akan kubuat kau menjadi
nyata. Ketika hayalan dan lamunan beriringan, yang aku pikirkan hanya caramu
menyapa. Kau belum nyata: dalam dunia. Kau ada namun tak tampak, kau ada namun hanya
melalui suara, kau ada namun tidak nyata. Tetapi kau ada, namun mengapa tidak
nyata? Entahlah, aku tidak mampu menjawab jika ada yang bertanya.
Akan kubuat kau menjadi
pembatas rindu. Ketika rintik-rintik hujan bertemu, aku hanya menopang dagu
berharap melihatmu melintas diperkarangan rumahku lalu mengetuk pintu. Semakin larut
aku menunggu, yang kudapat hanya suara gemuruh. Kau masih belum mampu
melihatkan wujudmu dan hanya berkata berulang kali I Miss ‘U dengan ruang dan waktu yang tak tentu.
Here
We Go.
Momijigarii.
Buat,
kamu yang tidak pernah bosan berkata rindu,
Ajaklah
aku ke Jakarta agar kita seduh rindu usai kata temu.

